Kamis, 03 Februari 2011

Cerita Bersama Sang Murid 7

Gokusen

February 5th, 2006 by hestiwuland
Saya lagi tergila-gila nonton serial tv Jepang yang judulnya ‘Gokusen’. Ceritanya tentang Kumiko yang sangat mencintai profesinya jadi guru tapi harus menyembunyikan identitas dirinya sebagai penerus keluarga Yakuza.
Apa mungkin karena terobsesi jadi guru seperti yankumi (panggilan buat Kumiko dari murid-muridnya), sampai saya tinggal di kelas bersama beberapa murid saya saat pulang sekolah. Seorang murid saya (Kali ini tidak saya cantumkan namanya) curhat tentang keengganannya pulang ke rumah. Dia mengeluh karena pulang sekolah harus belajar keras dan baru tidur jam sepuluh malam. Tidak boleh nonton tivi dan sebagainya. Padahal baru saja siang tadi ibunya minta tolong ke saya untuk memberitahunya pulang sekolah harus belajar lagi. Untuk hal ini saya setuju dengan sang ibu, tapi sampai jam sepuluh malam??? Hm, sudah mendekati ‘penganiayaan’ secara psikologis nih pada anak. Padahal baru saja kemarin ada talk show bareng Kak Seto yang diadakan oleh PT.INCO
Anak ini cerita, dia merasa terlalu di jaga oleh ibu. Dan ibunya sangat disiplin dalam pelajaran. Hasilnya, saat teman-temannya yang lain pulang, dia tinggal di reading area kelas dan tidur-tiduran saja. Kasihan… Saya juga bingung bagaimana menghadapinya, di sisi lain saya harus menghormati aturan ibunya dan di sisi lain saya merasa ini tidak adil untuk anak yang masih butuh waktu bermain.
"Suka membaca ga?" tanyaku ringan.
"Suka sih bu."
"Baca apa saja?"
"Majalah."
Temannya menyeletuk,"Saya juga suka baca majalah tentang sains, bu. Saya dikirimin dari saudara saya di Bandung."
"Kalau membaca itu dinikmati pasti menyenangkan deh. Nanti malah lupa waktu loh. Kalau belajar di rumah nanti, coba untuk senang dulu dan menikmati bacaannya. Tiap pagi mau kan ceritain kembali ke ibu guru 5 menit-an gitu?"
Dia hanya tersenyum malas. Tapi akhirnya mengangguk walaupun dengan malas.
Hanya itu yang bisa saya lakukan saat ini,…
Peristiwa hari ini membuat saya sadar bahwa ilmu psikologi yang saya dapatkan di bangku kuliah selama 4 tahun perlu diterapkan sepenuhnya di sekolah. Saya tidak ingin murid-murid saya akhirnya jadi robot kurikulum pendidikan yang berat buat anak-anak. Saya harus buat mereka mencintai belajar, dan belajar berbagi dengan teman.
Dan itu juga karena Gokusen yang mengingatkan saya makna sebagai seorang guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar