Learning from her
November 25th, 2007 by hestiwulandPertama kali ketika aku tahu murid baru di kelasku menderita CP, aku sempat khawatir. Aku cuma tahu sedikit sekali tentang CP (Cerebral Palsy). Tapi ketika bertemu langsung dengan ibu dan anaknya, aku malah semangat dan menganggap tidak semua guru punya kesempatan membimbing anak dengan CP. Hari-hari pertama, dia seperti membawa dunia lain ke hidupku. Di depan mata kepalaku sendiri aku melihat seorang gadis kecil yang begitu percaya diri dan mandiri.
Teman-teman sekelasnya sempat kaget dan speechless dengan kehadirannya. Posturnya kecil. Dia punya masalah dengan kemampuan motorik halus dan kasar. Teman-temannya sampai bertanya ke aku,"Bu, kenapa dia kalo ngomong mulutnya mesti miring?" dan aku tidak bisa menjawab. Anak kelas 2 SD belum bisa mengerti tentang CP. Sebagai gantinya aku bilang, kalian berbicaralah dengan cara kalian sendiri saja dan dia dengan caranya sendiri. Hm…tapi senyum dia sangat manis loh.
Dia sangat percaya diri, berkali-kali aku membuktikannya. Saya suka sekali mengawali pelajaran dengan memberikan banyak pertanyaan (sekalian mengecek sejauh mana mereka tahu sebelum kuajarin) dan dia PD loh angkat tangan dan menjawab. Dia tetap berusaha keras untuk mengeluarkan suaranya untuk menjawab. Hal yang positifnya, murid-muridku yang lain ternyata punya rasa empati yang tinggi, mereka mau memberinya waktu yang lebih lama untuknya dan mau mencoba mengerti apa yang dia ucapkan.
Dia sangat mandiri. Dia tidak pernah minta tolong ke temannya untuk mengambilkan sesuatu buatnya. Dia selalu bergerak dan mengambilnya walaupun susah payah. Tapi teman-temannya yang baik hati, tentu saja tidak membiarkannya sendirian. Seperti pelajaran matematika barusan, dia mau mengukur sendiri panjang papan tulis dan lainnya. Padahal dia butuh perjuangan yang lebih dari anak-anak lain untuk bergerak.
Aku belajar banyak hal darinya. Hidup ini bukan untuk dilewatkan dengan keluh kesah…hidup ini pantas dilalui dengan rasa syukur atas apa yang kita miliki.
…dan aku berdoa, semoga aku diberi waktu untuk melihatnya menjadi seorang wanita yang sukses dalam hidupnya. Karena dia sudah memulainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar