Suntik lagi?!
December 11th, 2007 by hestiwulandRaihan tiba-tiba menarik-narik lenganku. Wajahnya tampak panik. Hm, ada apa lagi ya, pikirku. Belum sempat terucap sebuah pertanyaan, Raihan mengeluarkan pertanyaannya duluan,”Bu, kita mau disuntik lagi, ya?” Suntik? Ah, iya… duuuh… Tapi dia tahu dari mana ya? “Kata siapa mau disuntik lagi?” “Itu, bu… ada surat…” Oke, Bu Ety mungkin lihat aku sibuk jadi nitip surat itu ke Raihan. “Coba ibu Hesti lihat suratnya…” kataku sambil berjalan ke mejaku dan diekori Raihan plus beberapa anak lain yang rasa ingin tahunya tinggi sekali. Kubaca surat itu dan menunjukkan ekspresi ‘surprise’ (lagi akting…biasaaaa…jadi guru harus siap jadi pemain peran juga ) “Waaaaah…kalian kan waktu itu pingin disuntik lagi kaaaan…” Seruku. “Ibu Hesti ga sangka ya ternyata susternya baik hati mau datang lagi untuk suntik kalian…” Raihan melongo…beberapa anak ada yang bersorak gembira. Beberapa bulan lalu ketika ada suntik campak di sekolah, mereka excited ingin suntik lagi jadinya kubilang ajah “Ntar Ibu Hesti bilang ke susternya…” “Bu, aku tidak mau disuntik lagi…” kata Raihan cemas. Raihan, ibu Hesti juga cemas niy kamu harus disuntik lagi, artinya harus berpikir keras lagi cari cara membujukmu. Waktu itu, beberapa bulan lalu, aku bekerja sama dengan ibunya dan mantan terapisnya untuk mempengaruhi dia kalo di tubuhnya banyak musuh dan butuh tentara untuk melawannya. Raihan waktu itu berkeras kalo kapsul dari rumah sakit sudah cukup tentaranya. Kami juga berkeras kalau tentara di kapsul itu masih sedikit…sampai-sampai aku bawain dia foto anak yang kehilangan kakinya akibat perang (maap…maap…kalo Raihan dah gede pasti dia bete banget udah dikibulin hehehehe) dan kubilang kalau anak yang difoto itu ga mau disuntik. Alhasil, Raihan berhasil disuntik. Cara berikutnya…Aha!!! “Ibu Hesti mau tau niy…siapa yang senang disuntik lagi? Kalo senang teriak dengan senang doooong…” kataku. Yup, murid-muridku pinter deh, mereka tau kalo aku lagi membujuk Raihan jadinya mereka bersorak senang. “Kalo Raihan gimana…senang ga disuntik lagi?” Tanyaku di sela gegap gempitanya kelasku. Sambil memandangi teman-temannya yang senang, Raihan berteriak juga”Yeyyyy…” sambil kembali ke tempat duduknya. Keesokan harinya, dia membawa sendiri surat ijin imunisasi dari ibunya (Dulu, mesti ibunya yang bawa surat itu ke aku.) Hehehehehehe… Kita liat saja hari H-nya nanti hehehehehe (still wondering…)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar