Minggu, 05 Januari 2014

Conan Edogawa

Minggu, 5 Januari 2014

Cerita hari ini mengenai detektif Conan. Kisah sang detektif SMA yang bernama Shinichi Kudo yang wujudnya berubah menjadi anak SD, Conan Edogawa. Kisahnya belum kunjung selesai dan saya menyukainya. Di tempat saya tinggal sekarang ini belum ada Gramedia atau toko buku sejenisnya, jadi satu-satunya cara untuk mendapatkan edisi terbarunya adalah ke kota (biasanya Makassar) atau menitip ke teman/saudara yang sedang ke kota. 

Komik Detektif Conan terbaru melengkapi koleksiku ^^


Saat liburan sekolah barusan, saya terpaksa memakai pilihan kedua, menitip sama teman. Syukurnya teman saya ini tidak pakai lama liburan di kota dan memberiku kejutan yang menyenangkan. Kejutannya adalah ketika teman saya bilang,"Ini oleh-oleh buat kak Hesti saja yaaa." Jadi sebelum murid-muridku masuk sekolah esok hari, ketiga nomor terbaru komik ini sudah tuntas terbaca.

Sabtu, 04 Januari 2014

Pantai Salonsa

Sabtu, 4 Januari 2014

Hari ini saya mengajak keponakanku, Azalia, berjalan-jalan di pantai Salonsa, Sorowako. Seingat saya, pantai ini ditutup untuk umum beberapa waktu lalu karena hanya beberapa meter dari bibir pantai, airnya sudah sangat dalam. Tampaknya pantai ini sudah milik publik lagi, ketika saya dan Azalia berjalan-jalan di sana. Cukup banyak keluarga yang datang menggelar tikar dan ber'piknik' ria. Mumpung masih liburan sekolah rupanya.

Niat saya memang hanya mengajak keponakan berjalan-jalan di alam bebas. Saya ingin keponakan saya bisa mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman yang bisa diinderanya (yang bisa dia lihat, dengarkan, rasakan). Jadi kali ini tanpa bawa tikar, hanya bekal roti dan air putih saja (adik saya sangat ketat soal makanan untuk anaknya dan saya mencoba untuk menghormati peraturannya). Azalia pun bebas berjalan, berlari ke arah mana dia inginkan.


Azalia berlari bebas di alam bebas
#pantaisalonsa #sorowako

Memandang Alam
 #pantaisalonsa #sorowako


Masih belum nyaman saat kaki berpijak di pasir basah
#pantaisalonsa #sorowako



Bunyi apa itu? Oooo, ada katinting lewat.
#pantaisalonsa #sorowako



Pinisi

Jumat, 3 Januari 2014

Hari ini secara resmi saya mengganti kalender tahun lalu saya dengan kalender yang baru. Alhamdulillah tidak perlu repot-repot mencari kalender baru karena 'donatur tunggal' sekolah kami, PT Vale Indonesia, membagi-bagikan kalender untuk setiap guru. Kalender 2013 milik PT Vale Indonesia bertema permainan tradisional Sulawesi Selatan dengan gambar yang menarik. Kali ini temanya Pinisi dan gambarnya juga tidak kalah menarik. Saya mengutip tulisan pada kartu pos (sebagai bonus) di kalender 2014 ini:

Pinisi merupakan kapal layar tradisional Indonesia khas Suku Bugis dan Makassar. Menurut epik I La Galigo, Pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading. Tradisi membangun Pinisi diteruskan oleh masyarakat Bulukumba. Di seluruh dunia, Pinisi tersisa sebagai satu-satunya kapal kayu besar yang masih diproduksi. Dulu Pinisi digunakan untuk mengangkut bala tentara perang, kini Pinisi bertugas mengangkut komoditas dan dimodifikasi menjadi kapal pesiar.

Lepas Sambut Kalender

Semoga pada tahun 2014, saya bisa seperti Pinisi ini yang mengembara ke banyak tempat di belahan bumi dan mempunyai manfaat bagi banyak manusia. Dan tentu saja banyak mengabadikan foto-foto bagus ^^

Aamiiin.
 

Kamis, 02 Januari 2014

Kerja

Kamis, 2 Januari 2014

Hari ini saya memakai baju pramuka. Bergegas saya menyambar tas 'kerja' dan tas 'bekal' beserta sebuah bantex biru berisikan dokumen 'kerja'-ku selama setengah tahun terakhir di 2013. Tampaknya gerakan secepat kilat yang sempat tertidur selama dua belas hari sudah siuman. Hari ini saya kerja. Dan saya harus setor jempol di finger print scanner sebelum jam 07.00.

Separuh perjalanan, pandanganku merasa ada yang tidak biasa. Jalan luas yang biasanya tempat melintas beberapa kendaraan dengan kecepatan tinggi kini sangat lengang. Bahkan saya bisa mengabadikan gambarnya di tengah jalan. Kejutan!

Berangkat kerja. 
Liburanku berakhir tapi di jalanan #sorowako masih berasa liburan ^^

Taman Kanak-Kanak tempat saya mengajar juga masih sepi. Saya semakin bergegas ke kantor untuk check in di finger print scanner. Setelah si 'mbak' bilang thank you barulah saya lega dan tersenyum-senyum. Liburan secara resmi berakhir. Lalu seorang teman kerjaku menyapa,"Salam Pramuka!" dengan wajah nyengir lebar. Ha! Hanya saya seorang yang memakai seragam coklat ini.

"Resolusi Tahun 2014, taat aturan hahahaha," sahutku ngeles.

Mari ki kerja :D

Hari ke-12: Lawak Ikan dan Jantung Pisang

Rabu, 1 Januari 2014

Hari pertama dengan kalender baru. Tahun 2014. Setelah riuhnya suara petasan dan kembang api di langit Sorowako semalam, akhirnya datanglah pagi yang tenang. Saya bangun seperti biasanya, karena semalam saya tidur lelap dan tidak terlibat dalam kemeriahan pergantian tahun. Beginilah nasib manusia pagi yang sudah menguap setelah adzan Isya :)

Rupanya pagi yang tenang tidak berlaku di rumah tanteku. Semalaman para om, tante dan sepupu berkumpul menikmati ikan bakar di sana (tanpa saya yang sudah terlelap) rupanya melanjutkan acara kumpul dan makan bersamanya di siang hari. Masih menu khas Luwu, Lawak ikan campur Jantung Pisang beserta sambal mangga. 

  
Lawak Ikan dan Jantung Pisang beserta sambal mangga

Ini belum selesai juga. Menu tadi merupakan 'makanan pembuka' untuk menu selanjutnya yaitu kapurung ikan dan kapurung ayam. Kapurung juga salah satu jenis masakan khas Luwu menggunakan sagu, sayuran dan ikan (atau ayam kampung ... untuk pertama kalinya saya baru melihat ada kapurung ayam). 

Halaman pertama dari 365 halaman kisah kami di tahun 2014 ternyata kurang lebih sama dengan halaman terakhir kisah kami di tahun 2013: kumpul keluarga dan makan masakan khas Luwu.

Nyamenna ...

Alhamdulillah.

Selasa, 31 Desember 2013

Hari ke-11: Parede

Selasa, 31 Desember 2013


Semalam, mammi ditelpon oleh adikku yang perempuan. Rupanya dia dan suaminya hendak mengundang keluarga besar kami makan siang bersama sebagai rasa syukur atas rejeki yang mereka dapatkan baru-baru ini.

Pagi hari akhirnya saya menjolok belimbing di pohon milik tetangga depan rumahku, bersama Azalia, keponakanku. Saya beruntung karena pohon belimbing tetanggaku ini rupanya bernasib sama dengan pohon mangga keluargaku di Barru, berbuah banyak. Mammi telah memutuskan untuk memasak parede ikan (kesukaan adikku yang laki-laki, namun sayang dia sedang berada di Makassar) dan belimbing merupakan salah satu bahan pelengkapnya. Parede ikan adalah salah satu masakan khas di Luwu, tempat kami tinggal. Walaupun kami suku bugis, setelah menetap puluhan tahun di sini membuat kami pecinta kuliner Luwu :)

Waktu makan siang tiba, rumahku pun menjadi semarak dengan kumpulnya para anggota keluarga besar. Semua menikmati parede ikan dan dange (terbuat dari sagu) dan obrolan khas kami. Semua kenyang. Alhamdulillah. Terima kasih, ya Allah.

Parede Ikan, Belimbing, Dange


 

Hari ke-10: Happy Sweet Seventeen, Ucha!

Senin, 30 Desember 2013

Apakah istimewa itu? Hari ini definisi istimewa itu ketika empat orang sepupu janjian untuk menginap di rumahku dan keesokan paginya salah satu dari mereka bertambah usia. 
 
Ya, pagi ini memang agak berbeda. Sejak Jumat lalu biasanya hanya ada saya dan mammi yang sarapan bersama. Pagi ini ada kami berenam yang bersesak-sesak di meja dapur. Ada jalangkote' dan ada teh panas buatan mammi. Kami bersepupu dan mammi bercanda ria dan mendoakan sepupu kami yang berulang tahun ke-17. Tidak ada tart ulang tahun walaupun angka 17 punya arti khusus bagi Ucha, sepupuku. Dia sudah bisa membuat KTP dan SIM, namun entah apakah dia sudah bisa ikut pemilu tahun depan.

Selamat ulang tahun, Ucha!

Jalangkote' dan Teh Panas

Hari ke-9: Rujak Mangga

Minggu, 29 Desember 2013

Hari ini sepupuku telah datang dari berlibur di rumah kakek dan neneknya (yang juga om dan tante ibu saya) di Pekkae, kabupaten Barru. Di belakang rumah keluarga di Barru tumbuh pohon mangga yang bila musimnya seperti akhir tahun ini tiba, berbuah mangga yang banyak sekali jumlahnya. Mangga dari belakang rumah di Barru inilah yang menjadi oleh-oleh buat kami.

Mammi (panggilan saya buat ibu saya) lantas segera mengeksekusi oleh-oleh tersebut menjadi cemilan kesukaan keluarga yang resepnya ketika saya tanya dari mana sumbernya beliau menjawab lupa dan bisa jadi itu hasil percobaan iseng mammi saja awalnya. Berikut ini resepnya:
1. Campurkan terasi, ulekan lombok biji, garam, dan gula secukupnya (sesuai selera)
2. Tuang sedikit air hangat untuk mencampur bahan tersebut.
3. Kupas mangga dan potong sesuai selera (paling enak kalau potongan panjang dan tipis seperti hasil parutan)
4. Siap dinikmati :)

Rujak Mangga ala Mammi


 

Hari ke-8: Jalan Pepakulia

Sabtu, 28 Desember 2013


Adik perempuan saya seorang dokter PNS yang bertugas di Puskesmas Nuha, Sorowako. Sebagai dokter puskesmas dia mendapatkan fasilitas sebuah rumah di kompleks kecil perumahan dinas yang hanya sekian meter dari puskesmas itu sendiri. Bahkan dalam satu pagar yang sama. 


Rumah yang ditempatinya sederhana saja. Cukuplah untuk adikku bersama suami dan anak kecilnya yang berumur 16 bulan. Kali ini saya tidak bercerita soal rumah dinas adikku, melainkan jalan besar yang berada di depan kompleks Puskesmas Nuha. Pepakulia nama jalan tersebut. Nama yang tidak biasa di telinga orang Indonesia. Di Sorowako, tidak berbeda dengan kota lain di Indonesia yang memberikan nama jalan berdasarkan nama orang yang bisa jadi mempunyai jasa ataupun terkenal di tempat itu. Sebut saja seperti Wekapu, Wendoniha, Andi Halu, Tosalili, yang merupakan nama orang-orang yang dianggap berjasa di Sorowako dan sebagai penghargaan dan pengingat maka diabadikanlah nama tersebut menjadi nama jalan. Saya menduga Pepakulia juga adalah nama salah satu dari seseorang yang pernah hidup di Sorowako. Entah dugaan saya ini benar atau tidak :)

Jalan Pepakulia agak berbeda dengan jalan lain yang ada di Sorowako. Jalan ini merupakan salah satu pilihan saya untuk perjalanan ke sekolah tempat saya mengajar. Cukup lebar dan diapit oleh jejeran pohon yang menaungi para pengguna jalan. Inilah jalan kesukaanku yang asri, teduh dan percayalah hingga saat ini ketika mengantar keponakanku pulang ke rumahnya, jalan ini sangat jauh dari yang namanya macet :)

Jalan Pepakulia, Sorowako


Senin, 30 Desember 2013

Hari ke-7: Pantai Ide

Jumat, 27 Desember 2013

Pagi yang cerah. Sayang sekali kalau dilewatkan hanya di dalam rumah saja. Kebetulan pagi ini saya sudah janjian dengan adik sepupu saya untuk berenang. Dengan mengendarai dua motor, kami bertiga melaju menuju pantai Ide.

Pantai Ide di Jumat Pagi 27 Desember 2013


Kami adalah tiga dari sekian pengunjung di pagi ini. Masing-masing orang tampak sibuk sendiri. Kami juga sibuk ber-selfie ria dan sesekali berenang-renang ringan di air danau Matano ini. Kami bertiga walaupun lahir di Sorowako tapi bukan yang masuk pada golongan jago berenang. Kami cukup mampulah kalau mengapung, berendam dan berenang sedikit meter lalu kembali lagi ke jembatan :D

Kunjungan kali ini ke pantai Ide bukan hanya sekedar mengisi waktu liburan, bukan pula sekedar menggerakkan badan untuk menurunkan berat badan, tetapi juga mensyukuri bahwa dalam liburan ini kami berada di salah satu dari 100 surga di Indonesia versi majalah Tempo edisi bulan November 2013.


 http://majalah.tempo.co/konten/2013/11/18/LU/143981/100-Surga-Tersembunyi/38/42

 http://edsus.tempo.co/konten-berita/hobi/2013/12/15/537542/342/Tiga-Serangkai-di-Pedalaman-Luwu




selfie di atas air

selfie setelah berenang





Minggu, 29 Desember 2013

Hari ke-6: Toko Baru

Kamis, 26 Desember 2013

Seperti biasa bila kami ingin mendapatkan (membeli) sesuatu kami akan mengecek barang tersebut ada di toko om Anda atau tidak. Sayangnya keripik pisang sari raos kesukaan istri adikku hanya tinggal 4 bungkus di toko om Anda dan rencananya adikku akan naik bis malam ini untuk menemui sang istri. Jadilah saya mengajak keponakan, Azalia, berkunjung ke Toko Baru yang letaknya cukup jauh dari rumah (untuk ukuran Sorowako, untuk ukuran kota besar seperti Makassar dan Jakarta jarak tempuh sepuluh menit menggunakan kendaraan tentu terhitung dekat).

Toko Baru. Toko ini bukan baru di Sorowako. Sejak saya masih pakai seragam putih merah pun toko ini sudah ada di Sorowako. Dan nama Toko Baru itu melekat hingga kini. Letaknya di Pontada dekat dengan gedung megah milik PT Vale Indonesia, Tbk, Gedung Ontaeluwu. Beberapa bulan sebelumnya, dalam rangka renovasi, Toko yang di desain seperti supermarket (jangan bayangkan seperti hypermart, lotte, atau carrefour ya) ini 'mengungsi' ke dormitory yang letaknya di dekat-dekat situ juga. Akhirnya setelah renovasi, Toko ini kembali ke letaknya semula. Bedanya kali ini pintu depannya bukan menghadap ke gedung Ontaeluwu, tetapi membelakanginya dan berhadapan pula dengan masjid Al Fath Pontada. Saya menduga perubahan tata letak pintu masuk ini untuk memperluas parkir kendaraan pelanggannya.

Seraya menikmati wajah baru Toko Baru ini, saya berhasil mendapatkan keripik pisang sari raos pesanan adikku :)

Azalia dan kunjungan pertamanya di Toko Baru yang berwajah baru

Toko Baru tampak depan. Dulunya bagian ini merupakan tampak belakang dari Toko Baru.

Sabtu, 28 Desember 2013

Hari ke-5: Toko Om Anda

Rabu, 25 Desember 2013

Hampir setiap hari saya selalu mampir di toko Om Anda. Nama tokonya bukan om Anda, tapi saya menyebutnya begitu karena toko itu memang milik om Anda secara harafiah, milik om saya yang nama kecilnya Anda. Nama toko ini sangat singkat. Awalnya nama toko ini adalah toko KITA. Saya yakin dan percaya kalau maksudnya juga secara harafiah, kita ya saya dan kamu dan kalian. Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya pelanggan, nama toko KITA hanya di atas kertas ataupun sebatas cap yang dibubuhkan pada nota belanja bagi pembeli yang membutuhkannya. Toko ini ramai dikenal sebagai toko Anda. Maksudnya orang-orang ini adalah toko milik seseorang yang bernama Anda. Akhirnya om saya merubah nama tokonya menjadi Toko ANDA. 

Demikianlah sekilas cerita tentang toko milik om Anda. Letaknya di pasar Sorowako, hanya kurang dari lima menit berjalan kaki dari rumah saya. Alhamdulillah toko om saya ini cukup ramai. Dan konsekuensi sebagai pedagang dengan pelanggan lumayan banyak di kota kecil seperti Sorowako membuat om saya banyak mengenal dan dikenal oleh orang-orang di Sorowako. Jadilah saya yang hampir setiap hari mampir (kadangkala setiap hari) sering bertemu pula dengan beberapa orang. Di tempat ini saya menjalin silaturahim dengan orang-orang yang saya kenal dan kadang sekian lama baru bertemu. Di tempat ini juga saya sering ngobrol ringan dengan pemilik tokonya, ya om Anda ataupun istrinya ataupun para sepupuku (yang sudah dibiasakan jualan di toko sepulang sekolah).

Ada satu hal yang istimewa pada diri om Anda. Saya ingat om Anda membeli seperangkat kamera cctv sekitar setahun yang lalu. Kami selalu menanyakan kapan benda itu dipasang di sudut-sudut tokonya. Bukan rahasia lagi bagi kami kalau ada satu dua orang yang tega memanfaatkan keramaian toko om saya ini. Tapi om Anda selalu mengedepankan menjaga perasaan para pelanggannya yang jujur sehingga kamera cctv itu urung bertugas. Mungkin karena kasihan juga sama perangkat cctv menganggur di rumahnya, akhirnya ketika Rabu sore saya mampir, saya tersenyum melihat sebuah tv layar datar kecil bertengger di rak dekat meja kasir yang menayangkan siaran langsung di tiga penjuru toko om Anda.
Om Anda dan CCTV

Kamera cctv itu membantu orang jujur tampak benar jujur dan orang yang tidak jujur jadi malu untuk menampakkan aslinya :)

Selasa, 24 Desember 2013

Hari ke-4: Bola dan Air

Selasa, 24 Desember 2013

Hari keempat! Menjelang jam 9 pagi, Azalia sudah di rumahku. Kali ini bersama bola bergambar spongebob miliknya. Keponakanku ini memang suka sekali bola. Dia tertawa lepas ketika melihat mammi men-drible bola spongebob dan sampai tertawa dan teriak kesenangan ketika kami melibatkan dia bermain bola. Bagiku, lumayan buat olahraga pagi :)

Oh iya, bola bukan satu-satunya kesukaan keponakanku. Azalia juga senang sekali main air. Setiap dia akan dimandikan oleh mammi, pasti mammi berganti pakaian dulu. Soalnya anak kecil ini suka mencipratkan air ke mana-mana. Kalau ibunya yang mandikan, wah, kamar mandi ramai dengan seruan ibunya yang terkena cipratan air. Ya namanya juga kalau masuk kamar mandi ya harus siap basah ;p

Siang di hari Selasa ini, saya membiarkan Azalia bermain di halaman kecil rumahku. Pelan-pelan dia mendekati kran air yang letaknya lebih tinggi dari tempatnya berpijak. Belum lagi dengan ember bekas tempat cat yang membuatnya harus jinjit untuk mewujudkan keinginannya memutar kran. Berhasil! Air mengucur keluar dan tangan kecilnya pun basah sesuai keinginannya :)

 

Hari ke-3: Steve Jobs

Senin, 23 Desember 2013

Hari ketiga liburanku di rumah. 

Buku Biografi adalah salah satu bacaan kesukaanku. Dan salah satu buku biografi yang saya miliki adalah Steve Jobs yang dituliskan oleh Walter Isaacson. 'Steve Jobs' sangat setia menemaniku di awal tahun 2012 saat mengantri bensin di spbu Sorowako. Masa itu, entah karena kelangkaan bbm entah mobil baru yang semakin menjamur di Sorowako, yang jelas kalau mulai mengantri pada pukul 06.00 pagi maka insya Allah dapat terlayani sekitar pukul 09.00 pagi. Jadilah saya yang setiap pekan mengantri bensin selalu membawa bekal sarapan, kopi dan bacaan (ya Steve Jobs ini). Setelah masa antrian panjang berakhir, ternyata saya belum selesai membacanya. Sekarang saatnya. Mumpung cuti :)



Senin, 23 Desember 2013

Hari ke-2: Taman Tambang Wallacea Sawerigading


Minggu, 22 Desember 2013

Hari kedua liburanku. Hari ini sebagai tante yang baik, saya sudah berniat untuk mengajak keponakan jalan-jalan. Hari Minggu seharusnya dia bersama orang tua nya tetapi kebetulan hari itu ibunya ikut pelatihan dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) dan ettanya (sebutan untuk bapak) sibuk mengurusi taman depan rumahnya, jadilah rutinitas keponakanku yaitu berkunjung ke rumah mammi tidak mengenal hari libur :D

Saya mengajaknya ke Taman Tambang Wallacea Sawerigading. Di sana ada banyak macam pepohonan yang dirawat oleh nursery PT Vale Indonesia, Tbk, ada beberapa macam kendaraan tambang seperti dump truck yang sudah dimuseumkan (ya dimuseumkan beneran di taman tambang), juga ada anoa (hewan khas sulawesi selatan yang katanya sudah langka) dan rusa. 



Namanya saja anak umur 16 bulan, Azalia menikmati kunjungannya ini dengan berjalan dan berlari semampunya mumpung banyak pijakan untuknya berlari. Ada satu hal yang menarik perhatian saya (sebagai tante, sebagai guru tk, dan sebagai lulusan fakultas psikologi), Azalia membenarkan pendapat para ahli psikologi perkembangan bahwa anak-anak itu belajar melalui bermain. Saat itu Azalia lagi asyik-asyiknya berjalan di atas jalanan yang telah dikeraskan (mirip aspal tapi bukan aspal karena masih berupa kerikil yang dipadatkan saja). Tiba-tiba tanpa sengaja dia menginjak daun kering yang menimbulkan bunyi khasnya (bunyi 'krik' gitu? hahahaha). Dia berhenti sejenak. Lalu berjalan lagi dan ketika matanya melihat ada daun kering, dengan sengaja Azalia menginjaknya dan krik, Azalia tertawa. Alhasil sepanjang jalan yang mampu disusurinya dia berusaha menginjak daun kering. Azalia bermain dengan daun kering di jalan dan tanpa dia sadari dia sudah bisa membedakan bunyi :D

Liburanku seru juga!
 

Minggu, 22 Desember 2013

Hari ke-1: Rumah

Sabtu, 21 Desember 2013

Hari pertama 'liburan' (maksudnya cuti) panjang akhir tahunku dibuka oleh keponakanku, Azalia (16 bulan), yang pagi-pagi sudah ada di rumahku. Anak kecil ini punya rutinitas pagi berkunjung ke rumah neneknya yang dia panggil mammi (dan saya juga tinggal di rumah mammi, ibuku sendiri hehehe). Jadilah hari pertama liburanku sibuk menemani Azalia bermain, menikmati kunjungan ke etta (panggilan untuk nenekku), dan ditemani Azalia ke toko kelontong om Anda di pasar dekat rumah. 

Hari pertama yang menyenangkan. Walaupun tidak seperti liburan panjang sebelumnya yang biasanya saya habiskan di luar rumah. Kali ini di rumah saja :)



Rabu, 11 Januari 2012

Kejutan di awal tahun

11 Januari 2012

Surprise!
Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit
Bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian
Mungkin pepatah-pepatah itu yang bisa mewakili perasaanku. Kejutan yang paling menyenangkan bagi seorang guru adalah saat ada murid yang ketika pertama kali bertemu dia sama sekali tidak tahu apa-apa dan tidak percaya diri, eh tiba-tiba menunjukkan hal yang sebaliknya. Hari ini ada dua muridku yang memberiku kejutan. Di tengah riuhnya tangan yang teracung berharap nama mereka disebut untuk menjawab pertanyaanku, dua tangan bocah itu ada di antaranya. Aku memandangi wajah mereka untuk memastikan, lagi bercanda apa serius. Wajah mereka penuh pengharapan. Serius.

Kusebut namanya. Dia menyambar dengan jawabannya. Kubalas dengan senyuman lebar dan tepukan tanganku. Wajahnya ikut tersenyum, antara senang dan malu.

"Wow, he speaks English now," hatiku pun masih takjub terpukau.

Oh iya, ini pelajaran bahasa Inggris. Yang kami bahas adalah dialog sederhana dengan gambar mengenai makanan.

Pertanyaanku berikutnya mengalun kembali membuat banyak tangan teracung. Kini giliran yang seorang lagi. Dia memanfaatkan momen itu dengan gugup namun berhasil mendapatkan senyuman lebarku lagi. 

Aaaaah rasanya saya susah berhenti tersenyum. 

 

Kamis, 03 Februari 2011

Cerita Bersama Sang Murid 16

We care about our planet!

April 23rd, 2008 by hestiwuland
Selasa, 22 April 2008, murid-muridku udah siap dengan baju house mereka (kayak pelangi berwarna warni), tangan mereka terbungkus kaos tangan berkebun (ada yang warna warni juga, lucuuu, tapi menurutku sayang ajah ya bakalan kotor ;p ) dan gaya siap tempur dengan sekop berkebun mereka. Today we’re planting the trees!
Mereka terbagi dalam 3 kelompok menanam. Setelah diberikan pengarahan, mereka langsung menyerbu lubang yang sudah tersedia untuk menanam. Mereka dengan semangat menyampur tanah hasil galian dengan kompos lalu memasukkan bibit pohon ke lubang, membuka plastik pembungkus tanahnya hati-hati dan menanamnya. Suasananya rame banget, di bagian sana kelas lain juga heboh dan sibuk dengan bibit pohon mereka. Di sini tak kalah ramenya, Raihan berpartisipasi membuat ramai dengan mengambil tanah-tanah basah dan membuangnya ke lubang begitu saja diiringi jeritan teman-temannya yang terciprat, Orsal ribut memberi instruksi sambil memegang erat-erat bibit pohon itu layaknya barang berharga (dan baru kali ini melihatnya seserius itu…), Carissa, Anin,Kirana, Ara, Widya dan semua yang putri rame-rame menimbun bibit pohon rambutan mereka.
Jam 9, … Horeeeeee!
"Bu Hesti, pohon kami udah tertanam!" Sorak mereka seru.
"Wah hebat, nanti dirawat ya," sahutku kagum. Mereka tersenyum lebar dengan senang. Aduh, senangnya lihat wajah polos mereka yang keringatan setelah menanam pohon.
Raihan menghampiriku,"Aku sudah jadi tukang kebun yang handal, bu Hesti." Lapornya.
"Sip, Raihan," kataku, yang penting kamu dan yang lainnya senang hari ini.
Setelah istirahat, mereka lalu menuliskan nama pohon yang mereka tanam dan nama-nama penanamnya. Nanti mereka akan memasangnya di depan pohon itu.
Hari itu hari yang sangat menyenangkan. Di saat yang sama mungkin ada orang yang sedang menebang pohon, hati siapa sih yang tidak sedih. Mau marah-marah juga toh pohonnya sudah tertebang, hutannya sudah menghilang. Tapi di saat ini saya bangga karena sedang mendidik murid-muridku untuk menanam dan mencintai pohon dan mereka belajar melalui pengalaman langsung melihat bahwa sebuah pohon itu sama seperti kita, tumbuh dari kecil yang butuh diperhatikan, dirawat dan disayangi. Kelak akan tumbuh dewasa dengan baik. Anak-anak kecil ini telah melakukan bagian mereka dengan sangat baik yaitu menanam pohon di lingkungan mereka, sudahkah anda melakukan bagian anda dengan baik? :D
Selasa, 22 April 2008, SD YPS Singkole cares about our planet bukan hanya sebuah tema, tapi sebuah tindakan nyata. Btw, salah satu hal yang membuatku bahagia pada hari itu karena sayalah koordinatornya, tulisan ini saya buat sebagai prasasti sejarah untuk kerja kerasku dan teman-teman guru SDS lainnya: Natalia, Pak Aep, Pak Akko, Pak Rustan, Pak Nova, Pak Agung, Pak Darmatika, dll…  dan untuk kerja keras murid-murid kami di SD Singkole.

We really do care about our planet :)

Cerita Bersama Sang Murid 15

So sweet …

January 24th, 2008 by hestiwuland
Kejadian ini baru beberapa hari yang lalu. Pagi itu hujan masih mengguyur kota Sorowako. Aku memutuskan untuk ikut bis sekolah ketimbang naik ojek (…dengan kata lain memaksakan diri tepat jam 7 pagi sudah ada di shelter bus Lawewu…hal yang jarang terjadi belakangan ini ;p ). Benar juga, hujan masih senang menyapa Sorowako.
Aku turun dari bis, berjalan berpayung ke kelasku sambil mengajak Corin yang hanya memakai jas hujannya. Aku melihat Raihan yang berteduh di teras kelas bersama teman-temannya. Hal yang tak kuduga adalah dia kemudian memayungi kepalanya dengan jaket hitam parasutnya, melangkah ke lapangan, menyeberanginya dan berdiri menunggu di atas anak tangga. Kayanya lagi nungguin aku deh :D
Tuh kan, nungguin aku. Raihan sudah merentangkan tangannya yang memegang salah satu ujung jaket yang menutupi kepalanya ketika kusapa.
"Bu Hesti, sekarang ini hujan. Ayo berlindung." Katanya sembari tetap melebarkan jaketnya.
Terdengar suara tawa dari teras blok kelas kecil (Kelas kecil itu kelas 1, 2 dan 3).
"Raihan, ibu Hesti kan sudah pake payung," kataku."Yuk, jalan ke kelas."
Raihan -dengan masih tetap merentangkan jaketnya melindungi kepalanya dari hujan plus memberi tempat untuk seseorang ikut dia lindungi dari hujan- berjalan di depanku. Aku masih pake payung dong, memayungi Corin juga.
Akhirnya sampai juga di teras,"Terima kasih, ya, Raihan."
"Sama-sama, bu Hesti," sahutnya cuek.
So sweet… He’s my student loh :P

Cerita Bersama Sang Murid 14

Bu, hari ini mamaku ulang tahun…

January 24th, 2008 by hestiwuland
Menjelang pulang sekolah, tiba-tiba Vi menghampiriku dengan agak ragu-ragu.
"Bu Hesti, hari ini mamaku ulang tahun," katanya.
"Oh ya?" Sahutku spontan. "Sampaikan selamat ulang tahun ya dari bu Hesti untuk mamanya Vi."
Vi mengangguk senang dan segera berlalu.
Aku terharu mendengarnya. Vi tampak sangat menyayangi ibunya sampai-sampai membiarkan seluruh dunia tau kalau hari ini ibunya ulang tahun. Dulu, aku juga begitu ga ya? Kalau ke guru siy mungkin tidak ya…tapi ke teman-temanku jelas kuberitahu hehehehe…
Selamat ulang tahun ya, ibunya Vi.