Senin, 23 Desember 2013
Hari ke-2: Taman Tambang Wallacea Sawerigading
Minggu, 22 Desember 2013
Hari kedua liburanku. Hari ini sebagai tante yang baik, saya sudah berniat untuk mengajak keponakan jalan-jalan. Hari Minggu seharusnya dia bersama orang tua nya tetapi kebetulan hari itu ibunya ikut pelatihan dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) dan ettanya (sebutan untuk bapak) sibuk mengurusi taman depan rumahnya, jadilah rutinitas keponakanku yaitu berkunjung ke rumah mammi tidak mengenal hari libur :D
Saya mengajaknya ke Taman Tambang Wallacea Sawerigading. Di sana ada banyak macam pepohonan yang dirawat oleh nursery PT Vale Indonesia, Tbk, ada beberapa macam kendaraan tambang seperti dump truck yang sudah dimuseumkan (ya dimuseumkan beneran di taman tambang), juga ada anoa (hewan khas sulawesi selatan yang katanya sudah langka) dan rusa.
Namanya saja anak umur 16 bulan, Azalia menikmati kunjungannya ini dengan berjalan dan berlari semampunya mumpung banyak pijakan untuknya berlari. Ada satu hal yang menarik perhatian saya (sebagai tante, sebagai guru tk, dan sebagai lulusan fakultas psikologi), Azalia membenarkan pendapat para ahli psikologi perkembangan bahwa anak-anak itu belajar melalui bermain. Saat itu Azalia lagi asyik-asyiknya berjalan di atas jalanan yang telah dikeraskan (mirip aspal tapi bukan aspal karena masih berupa kerikil yang dipadatkan saja). Tiba-tiba tanpa sengaja dia menginjak daun kering yang menimbulkan bunyi khasnya (bunyi 'krik' gitu? hahahaha). Dia berhenti sejenak. Lalu berjalan lagi dan ketika matanya melihat ada daun kering, dengan sengaja Azalia menginjaknya dan krik, Azalia tertawa. Alhasil sepanjang jalan yang mampu disusurinya dia berusaha menginjak daun kering. Azalia bermain dengan daun kering di jalan dan tanpa dia sadari dia sudah bisa membedakan bunyi :D
Liburanku seru juga!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar