Sabtu, 04 Januari 2014

Pinisi

Jumat, 3 Januari 2014

Hari ini secara resmi saya mengganti kalender tahun lalu saya dengan kalender yang baru. Alhamdulillah tidak perlu repot-repot mencari kalender baru karena 'donatur tunggal' sekolah kami, PT Vale Indonesia, membagi-bagikan kalender untuk setiap guru. Kalender 2013 milik PT Vale Indonesia bertema permainan tradisional Sulawesi Selatan dengan gambar yang menarik. Kali ini temanya Pinisi dan gambarnya juga tidak kalah menarik. Saya mengutip tulisan pada kartu pos (sebagai bonus) di kalender 2014 ini:

Pinisi merupakan kapal layar tradisional Indonesia khas Suku Bugis dan Makassar. Menurut epik I La Galigo, Pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading. Tradisi membangun Pinisi diteruskan oleh masyarakat Bulukumba. Di seluruh dunia, Pinisi tersisa sebagai satu-satunya kapal kayu besar yang masih diproduksi. Dulu Pinisi digunakan untuk mengangkut bala tentara perang, kini Pinisi bertugas mengangkut komoditas dan dimodifikasi menjadi kapal pesiar.

Lepas Sambut Kalender

Semoga pada tahun 2014, saya bisa seperti Pinisi ini yang mengembara ke banyak tempat di belahan bumi dan mempunyai manfaat bagi banyak manusia. Dan tentu saja banyak mengabadikan foto-foto bagus ^^

Aamiiin.
 

Kamis, 02 Januari 2014

Kerja

Kamis, 2 Januari 2014

Hari ini saya memakai baju pramuka. Bergegas saya menyambar tas 'kerja' dan tas 'bekal' beserta sebuah bantex biru berisikan dokumen 'kerja'-ku selama setengah tahun terakhir di 2013. Tampaknya gerakan secepat kilat yang sempat tertidur selama dua belas hari sudah siuman. Hari ini saya kerja. Dan saya harus setor jempol di finger print scanner sebelum jam 07.00.

Separuh perjalanan, pandanganku merasa ada yang tidak biasa. Jalan luas yang biasanya tempat melintas beberapa kendaraan dengan kecepatan tinggi kini sangat lengang. Bahkan saya bisa mengabadikan gambarnya di tengah jalan. Kejutan!

Berangkat kerja. 
Liburanku berakhir tapi di jalanan #sorowako masih berasa liburan ^^

Taman Kanak-Kanak tempat saya mengajar juga masih sepi. Saya semakin bergegas ke kantor untuk check in di finger print scanner. Setelah si 'mbak' bilang thank you barulah saya lega dan tersenyum-senyum. Liburan secara resmi berakhir. Lalu seorang teman kerjaku menyapa,"Salam Pramuka!" dengan wajah nyengir lebar. Ha! Hanya saya seorang yang memakai seragam coklat ini.

"Resolusi Tahun 2014, taat aturan hahahaha," sahutku ngeles.

Mari ki kerja :D

Hari ke-12: Lawak Ikan dan Jantung Pisang

Rabu, 1 Januari 2014

Hari pertama dengan kalender baru. Tahun 2014. Setelah riuhnya suara petasan dan kembang api di langit Sorowako semalam, akhirnya datanglah pagi yang tenang. Saya bangun seperti biasanya, karena semalam saya tidur lelap dan tidak terlibat dalam kemeriahan pergantian tahun. Beginilah nasib manusia pagi yang sudah menguap setelah adzan Isya :)

Rupanya pagi yang tenang tidak berlaku di rumah tanteku. Semalaman para om, tante dan sepupu berkumpul menikmati ikan bakar di sana (tanpa saya yang sudah terlelap) rupanya melanjutkan acara kumpul dan makan bersamanya di siang hari. Masih menu khas Luwu, Lawak ikan campur Jantung Pisang beserta sambal mangga. 

  
Lawak Ikan dan Jantung Pisang beserta sambal mangga

Ini belum selesai juga. Menu tadi merupakan 'makanan pembuka' untuk menu selanjutnya yaitu kapurung ikan dan kapurung ayam. Kapurung juga salah satu jenis masakan khas Luwu menggunakan sagu, sayuran dan ikan (atau ayam kampung ... untuk pertama kalinya saya baru melihat ada kapurung ayam). 

Halaman pertama dari 365 halaman kisah kami di tahun 2014 ternyata kurang lebih sama dengan halaman terakhir kisah kami di tahun 2013: kumpul keluarga dan makan masakan khas Luwu.

Nyamenna ...

Alhamdulillah.

Selasa, 31 Desember 2013

Hari ke-11: Parede

Selasa, 31 Desember 2013


Semalam, mammi ditelpon oleh adikku yang perempuan. Rupanya dia dan suaminya hendak mengundang keluarga besar kami makan siang bersama sebagai rasa syukur atas rejeki yang mereka dapatkan baru-baru ini.

Pagi hari akhirnya saya menjolok belimbing di pohon milik tetangga depan rumahku, bersama Azalia, keponakanku. Saya beruntung karena pohon belimbing tetanggaku ini rupanya bernasib sama dengan pohon mangga keluargaku di Barru, berbuah banyak. Mammi telah memutuskan untuk memasak parede ikan (kesukaan adikku yang laki-laki, namun sayang dia sedang berada di Makassar) dan belimbing merupakan salah satu bahan pelengkapnya. Parede ikan adalah salah satu masakan khas di Luwu, tempat kami tinggal. Walaupun kami suku bugis, setelah menetap puluhan tahun di sini membuat kami pecinta kuliner Luwu :)

Waktu makan siang tiba, rumahku pun menjadi semarak dengan kumpulnya para anggota keluarga besar. Semua menikmati parede ikan dan dange (terbuat dari sagu) dan obrolan khas kami. Semua kenyang. Alhamdulillah. Terima kasih, ya Allah.

Parede Ikan, Belimbing, Dange


 

Hari ke-10: Happy Sweet Seventeen, Ucha!

Senin, 30 Desember 2013

Apakah istimewa itu? Hari ini definisi istimewa itu ketika empat orang sepupu janjian untuk menginap di rumahku dan keesokan paginya salah satu dari mereka bertambah usia. 
 
Ya, pagi ini memang agak berbeda. Sejak Jumat lalu biasanya hanya ada saya dan mammi yang sarapan bersama. Pagi ini ada kami berenam yang bersesak-sesak di meja dapur. Ada jalangkote' dan ada teh panas buatan mammi. Kami bersepupu dan mammi bercanda ria dan mendoakan sepupu kami yang berulang tahun ke-17. Tidak ada tart ulang tahun walaupun angka 17 punya arti khusus bagi Ucha, sepupuku. Dia sudah bisa membuat KTP dan SIM, namun entah apakah dia sudah bisa ikut pemilu tahun depan.

Selamat ulang tahun, Ucha!

Jalangkote' dan Teh Panas

Hari ke-9: Rujak Mangga

Minggu, 29 Desember 2013

Hari ini sepupuku telah datang dari berlibur di rumah kakek dan neneknya (yang juga om dan tante ibu saya) di Pekkae, kabupaten Barru. Di belakang rumah keluarga di Barru tumbuh pohon mangga yang bila musimnya seperti akhir tahun ini tiba, berbuah mangga yang banyak sekali jumlahnya. Mangga dari belakang rumah di Barru inilah yang menjadi oleh-oleh buat kami.

Mammi (panggilan saya buat ibu saya) lantas segera mengeksekusi oleh-oleh tersebut menjadi cemilan kesukaan keluarga yang resepnya ketika saya tanya dari mana sumbernya beliau menjawab lupa dan bisa jadi itu hasil percobaan iseng mammi saja awalnya. Berikut ini resepnya:
1. Campurkan terasi, ulekan lombok biji, garam, dan gula secukupnya (sesuai selera)
2. Tuang sedikit air hangat untuk mencampur bahan tersebut.
3. Kupas mangga dan potong sesuai selera (paling enak kalau potongan panjang dan tipis seperti hasil parutan)
4. Siap dinikmati :)

Rujak Mangga ala Mammi


 

Hari ke-8: Jalan Pepakulia

Sabtu, 28 Desember 2013


Adik perempuan saya seorang dokter PNS yang bertugas di Puskesmas Nuha, Sorowako. Sebagai dokter puskesmas dia mendapatkan fasilitas sebuah rumah di kompleks kecil perumahan dinas yang hanya sekian meter dari puskesmas itu sendiri. Bahkan dalam satu pagar yang sama. 


Rumah yang ditempatinya sederhana saja. Cukuplah untuk adikku bersama suami dan anak kecilnya yang berumur 16 bulan. Kali ini saya tidak bercerita soal rumah dinas adikku, melainkan jalan besar yang berada di depan kompleks Puskesmas Nuha. Pepakulia nama jalan tersebut. Nama yang tidak biasa di telinga orang Indonesia. Di Sorowako, tidak berbeda dengan kota lain di Indonesia yang memberikan nama jalan berdasarkan nama orang yang bisa jadi mempunyai jasa ataupun terkenal di tempat itu. Sebut saja seperti Wekapu, Wendoniha, Andi Halu, Tosalili, yang merupakan nama orang-orang yang dianggap berjasa di Sorowako dan sebagai penghargaan dan pengingat maka diabadikanlah nama tersebut menjadi nama jalan. Saya menduga Pepakulia juga adalah nama salah satu dari seseorang yang pernah hidup di Sorowako. Entah dugaan saya ini benar atau tidak :)

Jalan Pepakulia agak berbeda dengan jalan lain yang ada di Sorowako. Jalan ini merupakan salah satu pilihan saya untuk perjalanan ke sekolah tempat saya mengajar. Cukup lebar dan diapit oleh jejeran pohon yang menaungi para pengguna jalan. Inilah jalan kesukaanku yang asri, teduh dan percayalah hingga saat ini ketika mengantar keponakanku pulang ke rumahnya, jalan ini sangat jauh dari yang namanya macet :)

Jalan Pepakulia, Sorowako